Catatan Ngaji Hikam
11 oktober '17
Oleh: M Alwi Assagaf
"CARA TUHAN MEMPERKENALKAN DIRI"
Apabila tuhan membukakan bagimu jalan untuk makrifat, maka jangan Hiraukan tentang amalmu yang masih sedikit karena Allah s.w.t tidak Membuka jalan tadi melainkan dia berkehendak memperkenalkan diri-Nya kepada kamu.
(Kitab AlHikam, Ibn 'Ataillah)
Banyak cara Tuhan memperkenalkan dirinya pada hambanya. Dalam buku History of God, Karen menjelaskan bahwa pada dasarnya manusia mengenal tuhan tergantung bagaimana cara Tuhan mengenalkan dirinya. Kita akan menemui Tuhan Musa yang kejam, Tuhan Daud yang bijaksana, dan Tuhan Muhammad yang begitu senang mengajak hambanya berdialog, ditandai dengan banyaknya ayat yang diakhiri kalimat "apakah kamu tidak berpikir?" Dalam Al Qur'an. Melihat cara manusia mengenal Tuhan dari waktu ke waktu, tidak menutup kemungkinan yang manusia sebut Tuhan dengan berbagai nama itu adalah Tuhan yang sama.
Dalam mengenalkan dirinya, Tuhan memilih umatnya secara random. Tidak memandang jumlah amal. Maka kita tidak perlu hawatir akan sedikitnya amal. Bisa jadi tuhan hadir pada saat kita sakit atau bahkan saat kita melakukan maksiat.
Alkisah, ada seorang guru yang berziarah bersama para muridnya. Sang guru tidak menjelaskan makam siapa yang beliau ziarahi ini. Lalu salah seorang murid bertanya "wahai guru, makam siapakah yang kita ziarahi ini?". Sang guru menjawab "ini makam guruku". "Berarti beliau juga guru kami?" Timpal muridnya. "Bukan, beliau ini guruku saja, bukan guru kalian". Mendengar pernyataan guru tersebut, sang murid makinn penasaran.
Lalu sang guru bercerita "Beliau ini adalah orang biasa. Tidak mengajarkan apapun padaku. Hanya beliau pernah mengejarku dengan parang sehingga aku begitu takut. Lalu aku bersembunyi di masjid. Sejak saat itu entah mengapa aku selalu rindu dan merasa tenang di dalam masjid. Lewat guruku ini Tuhan untuk pertama kalinya hadir padaku. Aku tidak bisa melupakan jasa besarnya".
Tuhan senantiasa membuka pintu untuk hambaNya. Jumlah pintu tersebut sebanyak jumlah umatnya. Setiap manusia mengenal dan diperkenalkan oleh Tuhan dengan cara yang berbeda. Maka tidak heran jika manusia mengenal Tuhan dengan cara dan nama yang berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar