Telah tiba hari hari yang membosankan. Siang yang begitu kosong, tubuh yang enggan berdiri, menjebakku dalam candu cerita. Tak ada yang menarik selain membuka cerita fiksi dan hanyut di dalam diksi. Merasa menjadi pejuang gagah berani, sementara yang bergerak hanya mata dan jemari.
Di belahan dunia yang berbeda, kau mungkin juga sedang dihujam bosan. Ada penantian yang tak kunjung terbayar, ada kebingungan memecah kesendirian. Di tempat yang asing, kau mencoba berdiri.
Hingga kita dan kebosanan terpisah oleh kata-kata. Kata yang tak terucap namun mengantarkan kita pada pertemuan nyata. Hari ini, adalah kali pertama segudang pesan mengantar kedua tuannya bersua. Maaf aku terlambat datang.
Dari balik keramaian kau datang. Dengan tatap mata yang polos namun menabur aroma penasaran. Celakanya, aku tak begitu mengerti bahasa mata. Lalu kira lari dari satu keramaian ke keramaian lainnya. Dan hujan pun turut hadir di antara kita.
Di tengah sesak dan hujan, tidak tersisa tempat duduk yg nyaman. Namun tampaknya kau tidak peduli hal itu, kau nampak sedang berburu sesuatu. Kau diam tapi bukan pemalu. Apa yang kau buru? Tanyaku. Puluhan kilo kau tempuh hanya untuk sepotong kata. "Apa kau berhasil mendapatkannya?". Untungnya kali ini bukan matamu yang bicara, senyum itu sudah menjelaskan semuanya.
Matahari mulai padam. Kau pun harus kembali, menempuh jalan panjang sendirian. Sementara aku tak punya banyak kata untuk disampaikan. Pertemuan yang singkat. Semoga selamat sampai tujuan. Aku percaya, dengan rasa penasaranmu itu akan banyak hal baik kan kau temukan. Jika kau tidak percaya kata-kata ku, cukup percayai rasa ingin tahumu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar