Senin, 16 Oktober 2017

KISAH SEBUTIR NASI

Do . Mi . Do . Mi . Fa . Sol . Sol
Si . Do . Si . Do . Si . Sol

Entah kenapa rasanya tidak bisa lupa pelajaran SD yang satu ini. Kunci nada gundul-gundul pacul. Lagu daerah yang konon digunakan sebagai media pitutur.

Gundul : hilangnya kehormatan seorang pemimpin. Karena rambut adalah simbol kehormatan. Mahkota bagi kepala.

Mengapa kehormatan seorang pemimpin bisa hilang?

Pacul : Papat kang ucul (empat perkara yang hilang). Mata yang tak bisa melihat kesulitan rakyat. Telinga yang tak mendengar nasihat. Hidung yang tak mencium kebaikan. Mulut yang tak berkata baik.

Lalu apa akibatnya ketika 4 perkara hilang?

Gembelengan : Sombong, angkuh, lupa diri. Sementara para pemimpin lupa bahwa yang jauh lebih dimuliakan daripada kehormatan adalah kesejahteraan rakyat.

Nyunggi wakul : ibarat menaruh tempat nasi di atas kepala, pemimpin memiliki lumbung kesejahteraan rakyat di atas kehormatannya.

Gembelengan hanya akan menyebabkan wakul glimpang. (Keangkuhan pemimpin menyebabkan hancurnya kesejahteraan rakyat)

Ups, jangan kejauhan membayangkan Presiden, Mentri, Camat. Jaga "wakul" kita dahulu. Jangan "gembelengan".

"Wakul glimpang sego ne dadi sak latar"
Kesejahteraan tidak sepenuhnya hilangnya, hanya jatuh tercampur debu. Mari sama-sama kita bersihkan agar butiran kesejahteraan bisa kita nikmati lagi seperti sedia kala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar